Wednesday, May 14, 2014

Tempayan retak



Tempayan retak


            Seorang tukang air memiliki 2 tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya.satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Tempayan yang utuh selalu membawa air penuh, walaupun melewati perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.
            Hal ini terjadi setiap hari selama 2 tahun. Si tukang air hanya membawa ½ tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja tempayan utuh merasa bangga dengan prestasinya karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Di pihak lain, si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan ½ dari porsi yang seharusnya ia dapat berikan.
            Setelah 2 tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak berkata kepada si tukang air,”saya sungguh malu kepada diri saya sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya”,”mengapa?”,Tanya si tukang air ”mengapa kamu merasa malu?”,”saya hanya mampu, selama 2 tahun ini, membawa ½ porsi air dari yang seharusnya saya dapat bawa. Adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi”.
            Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia menjawab,” jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur.
            Namun pada akhir perjalanan, ia kembali merasa sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor dan kembali tempayan retak itu meminta maaf kepada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan retak itu, “apakah kamu tidak memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu? Tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu?” itu karena aku menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya.
            Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu dan setiap hari jika berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama 2 tahun ini, aku telah memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita.  Tanpa adanya kamu, majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.

0 comments:

Post a Comment